Foto: Pelepasan Timnas Tenis Meja Kualifikasi Olimpiade Tokyo di PTM Sukun Kudus, 24/02.
Foto Credit: Heni Sandra

Oleh: Lilik Hanafi

Tim Nasional Tenis Meja Indonesia akan mengikuti Turnamen Kualifikasi Olimpiade Zona Asia di Doha, Qatar, 18-20 Maret 2021. Skuad Timnas kali ini terdiri dari Rafanael Nikola Niman (17 tahun), Deepash Bhagwani (22 tahun), Akbar Mamonto (20 tahun), dan Siti Aminah (18 tahun), serta didampingi Pelatih Ersan Sutanto. Di Qatar nanti mereka akan memperebutkan satu tiket Olimpiade dari Asia Tenggara untuk tunggal putra dan tunggal putri, serta satu tiket Ganda Campuran untuk Zona Asia.

Pada turnamen kualifikasi Olimpiade Zona Asia kali ini, para pemain Indonesia akan bertanding dengan pemain dari sesama negara Asia Tenggara. Bagaimana peluang pemain Indonesia di ajang ini, simak ulasan untuk masing-masing nomor berikut ini:

Tunggal Putra

Dari daftar peserta kualifikasi Olimpiade Zona Asia yang didapatkan dari situs ITTF, jumlah peserta yang terdaftar dari regional Asia Tenggara adalah 7 pemain. Indonesia, Singapura, Filipina mengirimkan 2 (dua) wakil, sedangkan Thailand hanya mengirimkan 1 (satu) pemain.

Hadangan terberat bagi Nael dan Deepash di ajang ini berasal dari Juara Sea Games 2019, Pang Yew Eng Koen dari Singapura. Selain juara Sea Games, Pang Koen (19 tahun) juga menorehkan prestasi yang cukup mentereng di kelas junior. Pang Koen pernah menduduki peringkat satu dunia U18 ITTF, selain itu bersama rekan senegaranya, Josh Chua, Pang Koen berhasil meraih medali perunggu ganda putra Kejuaraan Dunia Junior ITTF.

Semenjak dipromosikan ke Timnas senior Singapura pada tahun 2019, perkembangan Pang Koen cukup pesat, di bawah gemblengan pelatih Gao Ning. Pada Sea Games Filipina 2019 Pang Koen mencetak sejarah sebagai pemain kelahiran asli Singapura pertama yang mampu merebut medali emas Sea Games. Hal ini seakan mengakhiri ketergantungan Singapura kepada pemain naturalisasi dari China.

Pemain berikutnya yang berpotensi mengganjal langkah Nael dan Deepash adalah Juara Nasional Thailand, Padasak Tanviriyavechakul. Prestasi Padasak (25 tahun) tak kalah cemerlang di kancah global. Prestasi paling fenomenal Padasak adalah ketika berhasil mencapai babak semi-final Youth Olympics 2014 bersama Tamolwan Khetkwan, sebelum ditaklukkan wakil tuan rumah Fan Zhendong/Liu Gaoyang. Setelah itu Padasak malang melintang di Liga Elit Swedia bersama klub Falkenberg BTK. Dari catatan rekor pertandingan, dua pemain terbaik India Achanta Sharath Kamal dan Sathiyan Gnanasekaran pun pernah takluk di tangan Padasak.

Calon lawat kuat lain yang harus diwaspadai adalah pemain Singapura, Clarence Chew Zhe Yu (26 tahun). Clarence adalah pemain paling senior di Timnas Singapura saat ini, yang telah malang melintang lebih dari satu dekade di Timnas Singapura. Walaupun prestasinya tidak terlalu menonjol, dengan pengalaman yang kaya di level internasional, Clarence tetaplah pemain yang berbahaya bagi pemain muda Indonesia. Pada Kejuaraan Dunia Beregu 2014, Clarence tercatat pernah mengalahkan dua pemain papan atas dunia, Par Gerrel dari Swedia dan Wong Chun Ting dari Hongkong.  Terakhir, Clarence mampu mencapai final Sea Games 2019, sebelum dikalahkan oleh Pang Koen.

Tunggal Putri

Di Sektor tunggal putri, Kualifikasi Olimpiade Zona Asia kali ini hanya diikuti oleh 5 pemain. Thailand dan Filipina masing-masing mengirimkan 2 (dua) wakil, sementara Indonesia hanya menurunkan satu pemain. Menurut keterangan dalam prospektus kejuaraan, jika peserta di satu regional kurang dari 6 pemain, maka turnamen akan menggunakan format round-robin, di mana semua pemain akan saling bertanding.

Lawan Terberat Siti Aminah nanti tentu saja duet Ganda Putri Thailand, Juara Sea Games 2019, Suthasini Sawettabut dan Orawan Paranang. Tak hanya berjaya di ajang Sea Games, Suthasini dan Orawan juga membuat sejarah dengan gelar ITTF Challenge Thailand Open 2018. Ini adalah gelar pertama Thailand di event Kejuaraan Terbuka ITTF. Pada Kejuaraan Dunia Beregu 2018 di Swedia, Thailand yang diperkuat Suthasini dan Orawan berada di peringkat 17. Sementara Indonesia yang diperkuat Siti Aminah di posisi ke 49 sebagai juara Divisi Tiga.

Ganda Campuran

Berbeda dari nomor tunggal putra dan tunggal putri, kategori ganda campuran pada turnamen Kualifikasi Olimpiade ini hanya memperebutkan satu tiket untuk Zona Asia. Tercatat 10 pasangan dari 10 negara turun berlaga di nomor ganda campuran. Nama-nama besar pemain kelas dunia tercatat turun di nomor ini, yang membuat harapan Siti Aminah/Akbar Mamonto cukup tipis untuk mendapatkan satu tiket ke Olimpiade Tokyo tahun ini.

Pasangan terkuat di turnamen ini barangkali adalah ganda Korea Selatan, perempatfinalis Kejuaraan Dunia 2019, Jeon Jihee/Lee Sangsu. Menyusul berikutnya adalah peraih medali perunggu Asian Games 2018, pasangan ganda India Manika Batra/Achanta Sharath Kamal. Selain kedua ganda ini, pasangan ganda dari negara tetangga Asia Tenggara juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Singapura menurunkan duet Juara Tunggal Putra/Putri Sea Games 2019 Lin Ye/Pang Koen, sementara Thailand diwakili oleh Juara Sea Games 2017, Suthasini/Padasak.

Harapan

Di atas kertas peluang pemain Indonesia untuk lolos ke Olimpiade bisa dikatakan cukup berat. Namun kita tentu tetap memberikan doa dan harapan yang terbaik bagi putra putri bangsa pada turnamen Kualifikasi Olimpiade ini. Semoga Nael dkk mampu memenuhi harapan masyarakat tenis meja Indonesia, untuk melihat kembali pemain Indonesia berlaga di ajang Olimpiade. Terakhir kali pemain Indonesia lolos ke Olimpiade adalah 20 tahun yang lalu, saat Anton Suseno dan Ismu Harinto, dengan didampingi Pelatih Sugeng Utomo, turut ambil bagian pada Olimpiade Sydney 2000.

Walaupun terdengar suara sumbang mengenai penunjukan pemain yang mewakili Indonesia pada turnamen Kualifikasi Olimpiade ini, keputusan untuk mengirimkan pemain Indonesia ke ajang ini patut diapresiasi. Di tengah situasi sulit dalam kondisi pandemi Covid19, Indonesia tetap mengirimkan atlit-atlitnya mengikuti turnamen Kualifikasi Olimpiade. Mayoritas negara tetangga Asia Tenggara absen mengirimkan pemainnya pada ajang ini, seperti Malaysia dan Vietnam, yang sebetulnya juga memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan selain Singapura dan Thailand. Jayalah Timnas Tenis Meja Indonesia.

One thought on “Berlaga di Kualifikasi Olimpiade Tokyo di Qatar, Bagaimana Peluang Nael Dkk?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *