Rangkuman Singkat Webinar ITTF
How to Make Champion: the Japanese Pathways

Jepang telah lama menjadi negara papan atas tenis meja dunia, tak salah jika Webinar ITTF kamis malam kemarin mengambil tema tentang bagaiman cara Jepang mencetak pemain papan atas dunia. Satu hal yang ditekankan sebagai jiwa proses pengembangan pemain di Jepang adalah Jepang tidak hanya sekedar mencetak pemain tenis meja, tetapi lebih dari itu adalah membangun manusia yang unggul baik di dalam maupun di luar lapangan. Pembinaan pemain di Jepang diharapkan akan membentuk karakter pemain dalam hal Penampilan, Perilaku, Perasaan, Determinasi, & Sikap, baik di tenis meja maupun dalam kehidupan.

Dengan pendekatan seperti ini pemain Jepang baik di level elite maupun kelompok usia dini tidak hanya belajar tentang teknik tenis meja tetapi juga life skills. Di level elit misalnya, anggota timnas Jepang harus belajar bahasa Inggris dan China, belajar menghadapi media dan penggemar, training mental, training fair play dan anti doping, ZEN, bahkan sampai belajar memasak. Pemain Timnas bahkan tetap diwajibkan untuk belajar selama mengikuti turnamen dunia. Pemain U18 wajib membawa semua buku pelajaran sekolah selama mengikuti training camp.

Di kelompok umur anak2, pemain2 muda belia disamping latihan teknik juga diajari hal lain di luar tenis meja seperti menari, atau hal-hal sederhana misalnya bagaimana cara menggosok gigi dengan benar. Pemain usia dini diberikan kesempatan berinteraksi dengan pemain level elit agar mereka melihat sikap dan perilaku profesional di top level. Pemain dididik untuk mandiri, sejak umur 12 tahun orang tua diharapkan utk mulai menjaga jarak dengan pemain, sehingga pemain didorong utk berpikir dan bertindak atas dorongan diri sendiri. Ketika pencarian bakat, hal utama yang dicari dari calon pemain adalah fokus dan konsentrasi.

Diceritakan narasumber dari JTTA, Harimoto pernah minta izin tidak ikut kelas memasak dengan alasan mau latihan tenis meja, tapi oleh pelatihnya tidak diijinkan dan ditekankan bahwa kelas memasak saat itu lebih penting daripada latihan tenis meja. Contoh lain yang diangkat adalah Jun Mizutani yang bersedia melayani permintaan tanda tangan di dalam GOR selama 90 menit setelah bertanding, yang hal ini dipuji habis oleh pelatihnya sebagai suatu hal yang baik, dan ternyata JM masih mau melayani permintaan tanda tangan di luar GOR untuk 90 menit lagi.

Untuk sistem pengembangan pemain sendiri Jepang membina 8 lapis Timnas dan 8 program pengembangan pemain:
1. Timnas Senior
2. Timnas Senior lapis kedua
3. Timnas U18
4. Timnas U15
5. Timnas U12
6. Timnas U10
7. Timnas U8
8. Timnas U7

Kelompok pemain ini dibina melalui berbagai program
1. Medal Potential Project untuk level elit
2. Next Generation Project untuk Mahasiswa, U18, U15
3. JOC Elite Academy untuk U18 & U15
4. JSC Project for Top Youth Athletes untuk U18
5. U15, U12, U10, & U7 Project

Seluruh pemain dan program di atas dikelola oleh 84 staf
24 staf akademi
18 staf timnas senior
19 staf timnas junior
23 staf timnas pemula

Total jumlah pemain yang terdaftar sebagai bahan baku utama pembinaan di Jepang adalah 360 ribu pemain yang terdiri dari:
80.000 pemain senior
7.400 pemain tingkat universitas
77.000 pemain tingkat SMA
180.000 pemain tingkat SMP
15.000 pemain tingkat SD

Seluruh pembinaan yang dilakukan Jepang di atas setiap tahun menelan biaya US$5,5 juta atau hampir Rp80 milyar, yang sebagian besar disubsidi oleh Pemerintah Jepang. Diceritakan tenis meja adalah satu-satunya olahraga nasional yang mendapatkan dukungan dana yang sangat besar dari Pemerintah Jepang.

Beberapa hal penting lainnya:
– Mulai latihan usia 5-6 tahun
– Usia 12 tahun mulai dibiasakan dengan rally cepat karena pada usia ini refleks berkembang sangat baik
– Usia 12 mulai dilatih tenaga dan kekuatan
– Usia 18 dilatih bagaimana bermain dengan pikiran
– Kreativitas pemain dalam hal teknik diperbolehkan

Demikian resume singkat dari webinar ITTF semalam, semoga menginspirasi.

Salam Tenis Meja Mania

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *